PERBAIKI SUBUH MU

bangun malam

Kamu ingin berjihad di jalan Allah?” tanya seorang imam kepada penulis suatu ketika dahulu. Seorang imam masjid yang sangat penulis kenali dan rapat. Seorang guru yang banyak menegur dan mendidik sejak penulis menamatkan ijazah pertama.

Dan sebagai seorang yang berjiwa rijal, yang menggelegak darahnya jika cuba disentuh tentang isu Islam, merahnya muka menahan marah, sesak dadanya menahan geram apabila melihat dan mendengarkan Islam, kemanusian dan bangsanya dihina, dimaki. Dengan tegas saya menjawab, “sudah pasti saya ingin berjihad di jalan Allah, pakcik“.

Senyuman seorang insan tua terukir di bibirnya apabila mendengarkan jawapan saya yang tegas. Kemudian dibacanya sepotong ayat yang mana maksudnya:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” Al-Israa’:36.

Apabila terdengarkan sahaja sepotong ayat itu, tersentak hati penulis, lalu satu persoalan bermain di benak fikiran, “adakah salah jawapan aku tadi?” monolog penulis dalam diri. Sehinggakan Allah sendiri melarang dengan perkataan ‘JANGAN’, ini bermakna ia adalah larangan yang besar lagi berat. Perasaan gerun mula wujud apabila memikirkan tentang larangan ini. Tetapi adakah salah untuk berjihad di jalan Allah?

Tidak salah untuk berjihad di jalan Allah“, kata imam seakan dapat membaca apa yang terbuku di hati. Memang dia insan yang sangat dikenali kerana bijak membaca sesuatu dari raut perwatakan orang lain lebih-lebih lagi diri saya ini.

Cuma…Allah melarang seseorang itu melakukan sesuatu dan berperilaku tanpa ilmu pengetahuan“, sambungnya lagi memberikan satu penjelasan yang lebih baik. Lalu imam memetik akan kata-kata yang pernah diucapkan oleh Amirul-Mukminin suatu ketika dahulu yang berbunyi:

Saidina Umar r.a. pernah berkata: “Ya Allah, jadikanlah semua amalku amal soleh, dan jadikan ia murni untuk-Mu. Jangan jadikan ia sedikit pun disekutui makhluk.”

Untuk melakukan amal soleh perlu didasari dengan amalan yang sahih,dan untuk melakukan amalan yang sahih pula perlu mempunyai ilmu“, terang imam dengan lebih mendalam.

“….”

Saya hanya mendiamkan diri mendengarkan lontaran-lontaran mutiara daripadanya. Hanya anggukan kepala untuk membenarkan kata-katanya.

Pakcik yakin kalaupun tidak banyak, yang pastinya kamu mempunyai ilmu tentang apa yang kamu perkatakan tadi. Tentang keinginan kamu untuk berjihad di atas Ad-Dienul Islam“, kata imam terus memberi pengisian buat rohaniku yang sentiasa ada ruang kosong.

Cuma yang pakcik nak pesan pada kamu, untuk menjadi seorang mujahideen bukannya mudah seperti yang diungkapkan. Kamu perlu memelihara solat Subuh kamu“.

Terpaku seketika apabila penulis dengarkan kata-kata itu. Apakah saya tidak memelihara solat Subuh? Mungkin kerutan kening di muka penulis dapat dibaca oleh imam lalu dia berkata, “bukan kamu tidak memelihara solat Subuh, tetapi kamu tidak perbaiki Subuh kamu, itu lebih tepat“.

Diantara lima waktu solat wajib, solat Subuh adalah yang paling sikit rakaatnya tetapi paling berat untuk ditunaikan. Bangun subuh, mendirikan solat dan berjemaah di masjid adalah satu perjuangan yang berat bagi sesetengah orang. Untuk bangun dari tidur sahaja sudah memerlukan perjuangan. Berapa ramai yang berjaya dalam perjuangan dan ramai pula yang kecundang.

Syarat ini adalah mudah dan paling ringan bagi pemula mujahideen. Syarat yang sebenarnya adalah, seorang yang menjaga solat malamnya, yang bangun ketika insan lain leka dibuai lena. Bangun bertaqarrub lalu bermunajat pada Allah, itulah kekuatan rohani mujahideen“, terang imam dengan lebih jauh.

Para mujahideen tidak bergantung sepenuhnya pada kekuatan fizikal tetapi meletakkan pergantungan sepenuhnya pada spiritual. Sesungguhnya bermunajat dan bertaqarrub pada Allah ketika semua insan lain sedang lena adalah waktu yang paling baik. Yang mana di waktu pagi hari yang sepi dari kebisingan dan di saat udaranya yang masih bersih dari kekotoran hembusan nafas para pembuat dosa, seseorang itu dapat memulakan hidupnya dengan ber’ibadat kepada Allah lebih awal sebelum udaranya dicemari oleh golongan orang berdosa.

Saya mengangguk lemah mendengarkan nasihat yang diberi. Terasa lemahnya diri ini. Berkata tegas ingin berjihad tetapi perbuatan masih lemah ke arah itu. Lalu saya melontarkan satu soalan, “pakcik, macamana untuk saya perbaiki solat Subuh saya?“.

Soalan saya dijawab dengan ukiran senyuman, “perbaiki Subuh mu dengan berjemaah di masjid, tunaikan yang sunat di rumah“.

Bagi orang yang beriman, ketika azan berkumandang, dia sudah pun berada di atas sejadah. Bukannya ketika azan baru hendak bangun lalu bersiap. Malah, dia akan rasa menyesal jika hanya tersedar ketika azan sedang berkumandang, sebab sudah menjadi kebiasaannya bangun di sepertiga malam terakhir dan tidak tidur sehingga Subuh. Mereka rela mengorbankan kenikmatan tidur dan menghadkan masa untuk berehat di malam hari.

Allah, jauhnya diri aku dengan ciri tersebut“, keluh penulis dalam diri.

Kesungguhan seorang itu akan teruji dikala dia mula membelah kesejukan fajar untuk menuju berjemaah di masjid. Sebab itulah untuk menjadi pejuang agama ataupun mujahideen bagi Ad-Dienul Islam ini, bukanlah hanya dengan berkata “aku ingin berjihad” tetapi biarlah kesungguhan dan pengorbanan yang ‘mengatakan’ begitu. 

Mereka yang tidak memperbaiki Subuh, lewat mengerjakannya, bukan sahaja tertinggal dari medan jihad, bahkan tidak diperlukan sama sekali dalam perjuangan kerana dianggap tidak bersunguh-sungguh di dalam pengorbanan.

“….”, penulis diam tidak terkata dikala mendengarkan lontaran-lontaran pengisian yang ibarat mutiara mengisi hati yang kosong ini. Dalam lembut bicara bagai seorang ayah kepada anaknya, begitu tajam menusuk kalbu untuk melunturkan kekotoran di hati. Dalam lembut alunan kata, meninggalkan bekas yang mendalam. “Perbaiki Subuh mu, anakku“.

InsyaAllah wa biiznillah, akan aku usahakan untuk memperbaiki Subuh-ku“. Ya…

Perbaiki Subuh mu wahai penulis dan pembaca sekalian.

 

2 Responses

  1. salam ziarah mofas
    satu penulisan yg baik sekali, sy kagum.
    boleh sy tahu bagaimana kaedah2 utk sy dpt menjadi spt saudara.

  2. Blog Entry Tips Mudah Menjalankan Sholat Subuh May 26, ’07 8:43 AM
    for everyone

    Di akui atau tidak banyak dari kaum muslimin yang masih mempunyai masalah dengan sholat Subuh nya, ada yang ketiduran lah, yang kecapean lah, karena tak ada yang membangunkan lah, dan lain lain lah. dan kalau di tulis mungkin mereka punya satu lembar folio alasan mengapa mereka tidak bisa bangun pada saat yang dingin itu. nah disini saya ada beberapa tips bagi yang benar benar ingin merubah hal yang tak biasa meenjadi biasa bangun fajar. dan tulisan ini sekaligus untuk mengingatkan pada diri sendiri tentunya. langsung saja tuk mulai menyimak tips yang pertama ;

    1.

    Ikhlas

    Ikhlas menjadi tips yang terpenting dalam membantu bangun Shalat Subuh. Tanpa keikhlasan, seseorang tidak akan melaksanakan Subuh secara terarur. Itu karena Sholat Subuh merupakan standart pembeda bagi orang – orang ikhlas dengan orang – orang munafik.

    2.

    Tekad yang kuat

    Saya yakin, tak ada yang bisa menghalangi orang yang memiliki kehendak jujur untuk bangun shalat Subuh. Kalau seorang muslim betul – betul merasakan tingginya nilai shalat Subuh berjamaah, maka dai akan mengatur seluruh kehidupannya agar bisa bangun untuk shalat Subuh, dan jangan terpengaruh oleh banyaknya orang – orang yang meninggalkan shalat Subuh.

    3.

    Hindari Dosa

    Shalat Subuh merupakan hadiah Allah, tidak diberikan kecuali kepada orang – orang yang taat lagi bertaubat. Hati yang diisi dengan cinta kemaksiatan, bagaimana mungkin akan bangun untuk shalat Subuh? Bagaimana mungkin hati yang tertutup dosa akan terpengaruh oleh hadist – hadist yang berbicara tentang keutamaan shalat Subuh? Bagaimana mungkin mendengar panggilan adzan “HAyya ‘Alash Shalah” (mari shalat) “”Hayya ‘Alal falah”(mari mencari kemenangan), dan “Asshalatu khairum minan naum”(shalat itu lebih baik dari pada tidur)?

    4.

    Doa

    Doa mempunyai peran yang sangat penting. Jangan meremehkannya sedikit pun. Lakukan doa sebagai rutinitas harian, dengan memohon agar Allah memberi kemampuan untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Ingat dan renungkan : “Siapa yang membangunkanmu untuk menunaikan shalat Subuh? Siapa yang membangkitkanmu (menghidupkanmu) dari tidur pada saat Shalat Subuh?”

    5.

    Berteman dengan orang Shalih

    Ini sebuah saran yang tak kalah pentingnya. Memang, berbuat ketaatan tatkala dalam kesendirian, sangat susah, Karena Syetan lebih kuat menghasapi orang yang sendiri tak berkawan.

    6.

    Memperhatikan cara Tidur

    Tidurlah lebih awal. Ini bukan suatu yang remeh, juga bukan diperuntukkan bagi anak – anak saja. Tetapi merupakan sunnah ilahiyyah dan nabawiyyah. Penelitian dan nalar pun juga menguatkan pendapat itu.

    Mereka mengira – khususnya para pemuda – seseorang bisa disebut perkasa bila mampu bergadang malam dalam waktu yang panjang, lalu pada siang hari dihabisakan untuk tidur. Dimanakah letak keperkasaannya?

    Allah telah menjadikan semua makhluk tidur pada waktu malam dan bangun di siang hari. Hal itu berlaku bagi segala macam binatang, ikan dan tumbuh – tumbuhan. Demikian pula tabiat manusia. Karena itulah Allah menjadikan matahari menerangi manusisa di siang hari sebagai ungkapan kecintaan Nya pada kita agar mereka bangun. Alah menjadikan malam itu gelap untuk memudahkan kita tidur. Ini merupakan bukti adanya Allah. Dengan seperti itu saja, masih banyak manusia yang mengingkarinya.

    7.

    Jangan Kekenyangan

    Itulah tips yang sesuai dengan syariat dan kesehatan.

    Diriwayatkan dari Miqdam bin ma’di karbi, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah bersabda:

    ما ملأ آدمي وعاء شرا من بطن بحسب ابن آدم أكلات يقمن صلبه فإن كان لا محالة فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه

    “anak adam tidak memenuhi bejana yang lebih jelek dari pada perutnya, cukuplah bagi anak adam memakan makanan yang bisa menegakkan punggungnya. Kalau tidak memungkinkan, maka ⅓ untuk makanan,dan ⅓untuk minuman, dan ⅓ untuk pernapasan. (HR At-Timidzi. Ia berkata, “Hasan Shahih).

    8.

    Mengingat – ingat keutamaan Waktu Fajar

    Ini merupakan tips yang baru. Bagus dan bermanfaat bagi sebagina kaum muslimin. Sekalipun mereka telah mampu memelihara shalat Subuh selama bertahun – tahun.

    Sediakan beberapa potongan kertas. Di atas masing – masing kertas ditulis satu hadits dari sekian hadits Rasulullah tentang keutamaan waktu fjar.Tulisan hadits tersebut sebagai pendorong mengerjakan shalat Subuh, dan bubuhkan pula penjelasan pahala dan keutamaan shalat Subuh ini.Letakkan kertas – kertas tersebut dikamar dan diruangan rumah anda, agar bisa mengingatkan anada terhadap semua keutamaan ini, juga agar dapat membangkitkan semangat dan keinginan serta menguatkan tekad untuk bangun shalat Subuh.

    9.

    3 Bel Pengingat

    Jam Weker merupakan perantara utama untuk bangun dari tidur. Bila anda memasang bel setelah shalat Subuh, ha ini menunjukkan anda Sengaja meninggalkan kewajiban shalat Subuh. Ini indikasi yang sangat BERBAHAYA. Kita mohon keselamatan bagi saya dan anda.

    Ada nasihat khusus berkenaan dengan jam weker

    1.

    Pasang jam weker tepat saat shalat Subuh, sehingga ketika jam berbunyi, adzan pun berkumandang, maka anda bisa mendengar suara adzan yang sangat indah, Isnya Allah akan menggerakkan hati, ruh dan jasad anda untuk bangun.
    2.

    Pada fase awal ini, tak perlu bermuluk – muluk shalat tahajud di ⅓ malam. Apabila anda belum terbisasa bangun, meski anda pasang bel ¼ jam – atau bahkan 5 menit saja – sebelum shalat Subuh, kemungkinan besar anada akan mematikan bel tadi dan tertidur kembali. Berhati – hatilah, ini merupakan menit – menit yang sangat penting dalam hidup anda! Dan ini juga lima menit yang akan mengajak anda untuk meninggalkan kewajiban terhadap Allah.
    3.

    Usahakan membeli jam weker yang bersuara rebut, bukan yang bermusik, sehingga mampu membangunkan anda bukannya membuat anda terhanyut dalam alunan musik dari jam weker anda.
    4.

    Jika anda sudah terbiasa dengan suara jam weker anda, maka tak ada salahnya saling menukar jam weker dengan kawan yang lain.
    5.

    Jauhkan jam weker dari tangan anda. Letakkan pada jarak tertentu, sehingga untuk sekedar mematikannya anda harus melangkahkan kaki.

    Upaya ini Insya Allah memungkinkan anda untuk bangun

    Telepon, Buatlah janji dengan kawan: “siapa yang bangun lebih dulu, ia harus membangunkan yang lain dengan telepon.” Dengan ini pula, anda telah mendorong kawan dalam kebaikan

    Bel Pintu, Buatlah kesepakatan dengan tetangga untuk menghampiri pintu supaya anda terbangun. Ini merupakan teknik yang jitu. Agaknya begitu sulit, apabila anda bangun membukakan pintu kemudian kembali tidur, kecuali jika yang membukakan pintu adalah pelayannya wah wah, Wa Allahu ‘Alam deh. Namun jangan lupa untuk mengatakan pada seisi rumah bahwa akan ada yang menngetuk pintu di waktu Subuh, sehingga semua penghuni tidak merasa terganggu dengan bel pintu tersebut.

    Lengkap sudah 3 jam weker dengan pnejelasannya. Semoga Allah memberikan petunjuk pada kita dalam melakukan kebaikan…..Amieen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: