POEM OF THE DAY: SHAHEED NEVER DIES

Something to share along.

Shaheed is my true ambition of life. How about you?

KINI MASANYA AKU MEMINANGMU

Salam Man, termenung panjang nampaknya,” sapa seorang teman.

Masakan tidak termenung panjang, sedang menghitung harilah tu,” sampuk teman yang lain dengan jelingan gurauan.

Tiada bicara yang keluar dari mulut Man melainkan senyuman yang terpamer tanda menerima usikan teman.

Mungkin benar apa yang diperkatakan orang, penulis kelihatan bagai sedang menghitung hari. Namun bukan itu perkara besar yang penulis sedang fikirkan. Hanya termenung memikirkan kata-kata azimat yang pernah penulis terima dari beberapa insan agung dalam hidup penulis.

Masih terngiang bual bicara dengan seorang pakcik suatu ketika dahulu.

Jaga batas dengan baik dalam tempoh penantian ini,” nasihat seorang pakcik yang saya panggil ‘abi‘.

Abi, apakah yang sebaiknya dilakukan oleh seseorang yang dalam penantian?” tanya saya.

Tidak kira macam mana sekalipun, jangan dilupakan tujuan kita ini diciptakan untuk mengabdikan diri pada Allah, jadi perbanyakkan amal ibadah,” jawab abi.

Jangan dilupakan juga konsep berdoa dan tawakkal, disamping itu persiapkan diri dan membekali diri dengan ilmu,” abi menambah.

Membekali ilmu dengan mempelajari kitab munakahat seperti kitab yang sedang dipelajari ini ke abi?” tanya saya dengan nada gurauan.

Sanggupkah awak terima saya sebagai pembimbing di dalam pengembaraan hidup menuju akhirat,” tanya ‘putera penyelesaian’.

Tapi sanggupkah awak terima saya sebagai pendamping pengembaraan itu?” soal ‘puteri penyelesaian’.

InsyaAllah saya yakin dan terima awak sebagai pendamping pengembaraan itu, dan saya yakin awak akan berusaha menjadi wanita solehah yang teragung di dalam hidup saya,” jawab ‘putera penyelesaian’ memberi keyakinan. Dari sudut yang lain pula, terdetik di dalam hati putera itu,”dari dahulu sampai kini, masih belum berubah, bila aku bertanya susah hendak dijawab terus, mesti dijawab dengan pertanyaan juga (huhu…)

InsyaAllah, saya terima dan akan usaha sebaiknya menjadi pembantu di dalam pengembaraan akhirat menuju keredhaan Allah,” bicara ‘puteri penyelesaian’ menutup perbicaraan.

……………………………………………

Penerimaanmu puteri ibarat mengalirnya salju sejuk buat pengembara yang haus di padang tandus. Letih mengembara, panasnya membahang hangat, namun hasilnya penuh makna.

 

STORY OF THE DAY: NO POINTING FINGERS

NO POINTING FINGERS

A man asked his father-in-law, “Many people praised you for a successful marriage. Could you please share with me your secret?” The father-in-law answered in a smile, “Never criticize your wife for her shortcomings or when she does something wrong. Always bear in mind that because of her shortcomings and weaknesses, she could not find a better husband than you.”

We all look forward to being loved and respected. Many people are afraid of losing face. Generally, when a person makes a mistake, he would look around to find a scapegoat to point the finger at. This is the start of a war. We should always remember that when we point one finger at a person, the other four fingers are pointing at ourselves.

If we forgive the others, others will ignore our mistake too.

PELUDAH WARNA – A SAMAD SAID

Peludah Warna
Kuasa gusar kini menggelegak murka;
warna kuning diisytihar racun terbisa.
Diragutnya baju-T segeram tenaga
dan diumum itulah busana bahaya.
Tapi, kita jahit semula perca kain,
menjadikannya panji terindah dan tulen.
Warna kuning yang teramat tenang dan syahdu
kita kembalikan damai ke dalam qalbu.
Kini cahaya mentari mungkin diramas
dan sinar kuningnya juga mungkin dicantas.
Memanglah mereka kini peludah warna
sedang menghimpun lendir kahak sebanyaknya.
Kerana nikmat amat lama berkuasa,
kuasa pun seolah menjadi hartanya.

A Samad Said

THE WORLD IS YOUR MIRROR

The World Is Your Mirror
The good you find in others, is in you too.
The faults you find in others, are your faults as well.
After all, to recognize something you must know it.
The possibilities you see in others,
are possible for you as well.
The beauty you see around you, is your beauty.
The world around you is a reflection, a mirror
showing you the person you are.
To change your world, you must change yourself.
See the best in others, and you will be your best.
Give to others, and you will give to yourself.
Appreciate beauty, and you will be beautiful.
Admire creativity, and you will be creative.
Love, and you will be loved.
Seek to understand, and you will be understood.
Listen, and your voice will be heard.
Teach, and you will learn.

KESIBUKAN YANG SEMENTARA

Salamun’alaikum…

Lama sungguh penulis tidak membenarkan jari-jemari ini menari-nari di papan kekunci untuk menggarap sebarang dua perkongsian di dalam blog ini.

Jika disemak semula, bermula dari bulan Mac, hanya satu perkongsian setiap bulan dikongsi di dalam blog ini. Nampak sungguh kelemahan diri penulis. Tidak iltizam di dalam penulisan.

Kesibukan harian dijadikan alasan kukuh. Sibuk sebagai seorang pelajar, pendidik, rakan, saudara dan juga hamba. Beberapa kertas kerja perlu dibuat, penulisan teknikal perlu ditulis, kebajikan saudara-saudara Islam yang lain dan sebagainya.

……………………………………………

Dalam kesibukan penulis kebelakangan ini, syukur Alhamdulillah ada juga sahabat-sahabat yang menyedarinya dan mengambil berat. Penulis ada menerima satu email yang mengandungi slide presentation  yang bertajuk Executive Health and Wellness. Satu slide yang penuh maklumat yang bermanfaat.

Ada beberapa slide yang signifikan buat penulis dan ingin dikongsikan bersama pembaca sekalian.

……………………………………………

“Man, kenapa sibuk sangat ni? Bawalah berehat,” bicara seorang teman.

“Sebolehnya memang aku ingin sangat berehat. Tetapi ketika sedang berehat, aku terfikir bahawa masih banyak lagi kerja yang aku boleh lakukan jika menggunakan masa seoptimum mungkin. Aku tidak dinilai dengan berapa banyak sumbangan telah aku berikan, tapi aku dinilai dengan seberapa banyak usaha aku untuk memberi sumbangan pada insan lain.” Jawab Man dengan tenang.

THOUGHT FOR THE DAY – SAY NO

“We should cultivate the ability to say no to activities for which we have no time, no talent, and which we have no interest or real concern. If we learn to say no to many things, then we will be able to say yes to the things that matter most. ” – Roy Blauss